Rabu, 12 Juni 2013

Untuknya yang membuatku begitu berarti, lalu pergi.

Ketika rasa itu perlahan tumbuh
Seiring waktu yang berjalan
Hari-hari ku lalui tanpa sepi
Canda tawamu dan gerak-gerikmu
Setiap langkahmu adalah semangatku
Aku tak tau bagaimana awalnya
Semua terjadi begitu saja
Tapi aku segera sadar
Ini semua adlah cobaan

Aku tidak tau harus bagaimana dan seperti apa, hanya dengan tulisan -tulisan tak bermakna ini aku mencurahkan segala hal yang tidak pernah ku mengerti bagaimana awalnya dan seperti apa aku harus memahami akhir dari kisahku. Kisah yang mungkin tak akan pernah kamu baca, dan aku tau kamu tak akan pernah membaca nya. sejak awal harusnya aku bisa menahan rasa yang bahkan tidak ku ketahui kapan dan dimana tercipta nya, namun hati ini merasakannya. rasa itu... ahh ! Aku hampir saja mati. mati rasa... mungkin sudah. Berjuta kali pertanyaan-pertanyaan konyol terbesit dalam benakku, kamu? mengapa harus kamu? mengapa rasa itu tidak bisa hadir ketika aku bersama dia? kenapa ?! ku mohon, ini tidak adil untukku dan untuk orang yang selama ini menunggu cintaku, mencintaiku dengan segenap cinta yang bagi nya begitu sempurna. Ya Allah, mengapa hamba tidak bisa merasakan hal yang sama padanya.

Sedikit embun, dipelupuk mataku.
resah, gundah telah ku rasa malam ini. disejeret nama tertera dilayar handphone ku, aku bahkan tak tertarik untuk membaca nya. mungkin, karena aku tak butuh banyak orang untuk bahagia. kau tau, segala nya dihati ini telah menjadi milikmu? aku bahkan tidak mengerti, mengapa aku sejatuh ini? "jatuh hati". aku tak pernah begini sebelumnya, rindu ini mengalir begitu deras didadaku hingga terasa begitu sakit, karena terlalu sering memikirkanmu. aku hanya mencintaimu, hanya itu..



Kamu memang  yang terhebat, mampu membuat arti dalam hidupku . hingga tanpa kamu rasanya hidupku tak ada artinya.

Aku ingin keluar  dari sebentuk hati yang telah ia ciptakan tanpa sengaja aku selami. Aku ingin bebas seperti burung merpati yang dulu setiap sore ku pandangi disini.

Aku mulai ragu dengan hidupku lagi...

Kalaupun aku terluka bukan karena kamu telah menyakitiku, namun karena aku pernah mencintaimu dengan sungguh. Masih, hingga kini.
Cinta itu tak akan membunuhku, namun aku akan membunuh cinta itu!



 

2 komentar: